Bahasa yang digunakan dalam jurnal ilmiah sering menjadi tantangan bagi mahasiswa dan peneliti baru. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa cara menulis di jurnal berbeda dengan esai biasa atau artikel populer.
Artikel ini membahas secara mendalam bagaimana bahasa ilmiah disusun, mengapa penting, dan bagaimana penerapannya agar penelitian dapat dipahami, diuji ulang, dan diakui secara global.
Mengapa Bahasa Ilmiah Sangat Penting?
Coba bayangkan kamu menulis hasil penelitian dengan gaya bebas atau bahasa santai sehari-hari. Hasilnya, pembaca akademik bisa bingung, interpretasi data bisa salah, dan kredibilitas penelitian turun drastis. Di sinilah bahasa ilmiah berperan sebagai pengikat dan alat komunikasi yang kredibel.
Bahasa ilmiah bukan sekadar soal formalitas, tetapi cara memastikan temuan penelitian tersampaikan secara akurat, logis, dan objektif kepada komunitas akademik di seluruh dunia.
1. Formal dan Baku
Bahasa jurnal ilmiah selalu formal dan mengikuti kaidah bahasa yang baku. Tidak ada tempat untuk slang, istilah populer yang ambigu, atau gaya penulisan santai. Contoh: penggunaan kata "menunjukkan" lebih disukai daripada "ngasih tau", dan istilah "hipotesis" digunakan secara konsisten dibanding kata sehari-hari.
Pembiasaan menulis dengan bahasa formal juga membantu mahasiswa dan peneliti baru memahami standar akademik internasional, sehingga artikel mereka dapat diterima oleh jurnal nasional maupun internasional.
2. Objektif dan Netral
Bahasa ilmiah bersifat objektif. Tidak ada ruang untuk opini pribadi tanpa bukti. Penulis menggunakan data, statistik, dan referensi untuk mendukung setiap klaim. Misalnya, alih-alih menulis "Saya pikir metode ini efektif", penulis harus menulis "Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini efektif berdasarkan data yang diperoleh".
Objektivitas bahasa ini menjaga integritas penelitian, dan pembaca dapat menilai kualitas penelitian tanpa bias emosional dari penulis.
3. Presisi dan Kejelasan
Bahasa ilmiah menekankan presisi. Kata dan istilah dipilih secara hati-hati agar makna tidak ambigu. Definisi istilah teknis diberikan jika perlu, sehingga pembaca dari bidang berbeda tetap dapat memahami konteks penelitian.
Contohnya, kata “validitas” dalam ilmu sosial memiliki arti spesifik, berbeda dengan makna sehari-hari. Kesalahan interpretasi dapat dihindari jika bahasa presisi diterapkan dengan baik.
4. Konsisten dengan Terminologi Disiplin
Setiap disiplin ilmu memiliki terminologi khas. Dalam jurnal biologi, kata seperti "mitosis" atau "enzim" memiliki makna spesifik. Dalam ilmu sosial, istilah "reliabilitas" dan "konstruk teoritis" muncul rutin.
Penulis jurnal ilmiah harus konsisten menggunakan istilah ini untuk memudahkan pembaca memahami penelitian dengan standar yang sama.
Konsistensi terminologi juga memudahkan penelitian dapat dikutip dan diintegrasikan dalam literatur akademik lainnya, memperkuat cumulative knowledge di bidangnya.
5. Struktur Kalimat Logis dan Sistematis
Bahasa jurnal ilmiah menggunakan kalimat yang logis dan tersusun sistematis. Kalimat panjang atau kompleks digunakan bila perlu, untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat atau urutan metodologi. Namun, bahasa tetap efisien: setiap kata memiliki fungsi jelas.
Misalnya, kalimat “Analisis regresi linear digunakan untuk mengevaluasi pengaruh variabel X terhadap variabel Y berdasarkan data primer yang dikumpulkan selama periode penelitian” sudah memenuhi kriteria kejelasan, presisi, dan logika ilmiah.
6. Mengikuti Struktur Formal IMRAD
Bahasa ilmiah juga mengikuti struktur IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), sehingga alur tulisan konsisten:
- Introduction: Memperkenalkan masalah penelitian dengan istilah teknis yang relevan.
- Methods: Menjelaskan prosedur penelitian, instrumen, dan teknik analisis dengan bahasa formal.
- Results & Discussion: Menyampaikan temuan dengan presisi, interpretasi logis, dan referensi yang mendukung.
Pola ini mempermudah pembaca menilai kualitas penelitian dan mengikuti alur pemikiran penulis dengan jelas.
7. Berlandaskan Kaidah Kebahasaan
Penulis jurnal ilmiah wajib mematuhi kaidah kebahasaan resmi. Dalam bahasa Indonesia, ini berarti menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tanda baca tepat, dan kalimat yang efektif. Kesalahan bahasa bisa mengurangi kredibilitas artikel, bahkan menghambat publikasi.
Contohnya, penempatan koma, titik, dan kata sambung harus tepat untuk memastikan setiap gagasan tersampaikan jelas dan terstruktur.
8. Efek terhadap Kredibilitas Penelitian
Bahasa ilmiah yang tepat memperkuat kredibilitas penelitian. Penulis yang mampu menyampaikan data dan temuan secara jelas, logis, dan konsisten menunjukkan profesionalisme akademik, sehingga pembaca, reviewer, dan lembaga penelitian menilai artikel sebagai karya yang terpercaya.
Ini juga berdampak pada reputasi penulis, akseptabilitas jurnal, dan kemungkinan artikel dikutip di penelitian selanjutnya.
9. Bahasa Ilmiah di Era Global
Dalam era digital, jurnal ilmiah dapat diakses secara internasional. Bahasa formal dan presisi memudahkan penerjemahan, cross-disciplinary understanding, dan kolaborasi global. Misalnya, artikel ilmiah dari Universitas Indonesia dapat dipahami oleh peneliti di Jepang atau Amerika karena bahasa dan terminologi yang konsisten.
Kesimpulan
Bahasa dalam jurnal ilmiah adalah pondasi komunikasi akademik yang efektif. Formalitas, objektivitas, presisi, konsistensi terminologi, dan struktur logis membuat penelitian dapat dipahami, diuji ulang, dan diakui secara global. Memahami dan menerapkan bahasa ilmiah membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti meningkatkan kualitas tulisan dan kredibilitas penelitian.
Mulailah membiasakan diri menulis dengan bahasa ilmiah yang tepat agar karya penelitian dapat diterima secara profesional, kredibel, dan berdampak luas.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa ciri bahasa ilmiah dalam jurnal?
Bahasa ilmiah bersifat formal, objektif, presisi, konsisten dengan terminologi disiplin, logis, dan berlandaskan kaidah kebahasaan.
Mengapa bahasa ilmiah penting untuk penelitian?
Bahasa ilmiah memastikan penelitian dipahami dengan jelas, kredibel, dan dapat diuji ulang, menjaga integritas akademik.
Apakah bahasa sehari-hari bisa digunakan dalam jurnal?
Tidak. Bahasa santai atau slang tidak sesuai standar jurnal karena bisa menimbulkan ambiguitas dan menurunkan kredibilitas.
Bagaimana bahasa ilmiah mendukung publikasi internasional?
Bahasa formal, presisi, dan konsisten memudahkan peneliti global memahami artikel, mendukung kolaborasi lintas negara, dan memperluas dampak penelitian.

Posting Komentar